Belajar dari Istri Virgoun, Ini Cara Hindari Boncos di Saham

inara rusli istri virgoun

Kerugian investasi saham Inara Rusli sampai saat ini masih jadi perbincangan karena kerugiannya yang cukup dalam alias mencapai 65,15%. Belajar dari kasus tersebut, adakah cara untuk memitigasi risiko dari investasi saham seperti yang dilakukan Inara?

Apapun investasi yang dipilih tentu akan ada risiko yang menyertainya. Hanya saja, kadar risiko setiap instrumen berbeda-beda dan tidak bisa disamakan.

Bicara soal saham, risiko investasi saham yang cukup dikenal adalah capital loss atau penurunan nilai investasi yang disebabkan karena turunnya harga saham di pasaran. Selain itu masih https://rtphuat138slot.online/ ada risiko lain yang harus diwaspadai seperti risiko likuiditas, force delisting, dan lain sebagainya.

Ketahuilah bahwa dalam investasi saham, risiko masih bisa diatasi dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

Kenali mana saham yang layak investasi dan gorengan

Saham gorengan memiliki fluktuasi yang cukup tinggi, sebut saja dalam satu atau dua bulan kenaikan dan penurunan harganya cukup liar.

Untuk mendeteksi saham gorengan, Anda bisa melihat volume transaksi saham yang bersangkutan. Biasanya volume transaksi saham yang disebut gorengan memang tidak terlalu tinggi, tapi tiba-tiba dalam suatu hari akan ada lonjakan harga yang cukup tinggi lantaran ada akumulasi dari pelaku pasar.

Naik turunnya harga saham itu juga tidak disertai dengan adanya sentimen-sentimen positif yang muncul di media.

Saham-saham gorengan juga umumnya merupakan saham dari perusahaan yang tidak memiliki fundamental baik.

Itu sebabnya, sebagai investor saham Anda harus menguasai analisis fundamental yang sangat penting untuk kelancaran investasi Anda.

Stop loss

Stop loss sejatinya merupakan salah satu manajemen risiko dalam investasi baik saham, reksa dana, atau instrumen lain. Intinya, stop loss yang sama halnya dengan jual rugi ditujukan untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar.

Dalam investasi, stop loss dilakukan ketika Anda sebagai investor sudah tidak lagi yakin dengan keputusan investasi Anda di emiten yang bersangkutan.

Sebut saja karena munculnya peraturan pemerintah yang bakal merugikan saham emiten yang Anda pegang dalam jangka panjang, dan lain sebagainya.

Ketimbang membiarkan rugi Anda semakin besar di satu saham itu, lebih baik menjual rugi dan mengalihkan modal Anda ke saham yang memiliki prospek lebih baik.

Alokasi aset & diversifikasi

Menempatkan semua modal investasi di saham sejatinya bisa-bisa saja, namun apakah Anda sudah siap dengan risikonya?

Meski sama-sama dilakukan dengan cara menyebar modal investasi, alokasi aset dan diversifikasi adalah dua hal yang berbeda.

Alokasi aset adalah menyebar modal investasi ke beberapa kelas aset yang berbeda, sebut saja ada saham, obligasi, dan instrumen pasar uang atau aset riil.

Sementara itu diversifikasi adalah menyebar modal investasi di satu kelas aset yang sama. Misalkan, jika Anda memilih saham maka Anda bisa menyebar modal investasi Anda ke saham sektor perbankan, pertambangan, consumer goods, dan sektor lainnya.

Tujuan dari alokasi aset dan diversifikasi sejatinya adalah untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan imbal hasil investasi Anda.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*