Heboh Soal Ulat Bulu Mematikan dari Amerika, Ini Fakta Sebenarnya

Beberapa hari terakhir heboh adanya video yang menarasikan soal kemunculan ulat bulu mematikan asal Amerika.

Dalam video yang beradar di grup WhatsApp, disebutkan bahwa ulat bulu mematikan asal Amerika itu bentuknya menyerupai anak burung.

Ciri-cirinya berwarna hijau dengan bulu berukuran cukup besar yang menempel pada daun.

Menurut narasi yang beredar, bahwa ulat bulu tersebut sudah membunuh 16 anak, dengan gejala kejang lalu meninggal dunia.

Tak pelak, video ini pun bikin resah kalangan orang tua.

Apalagi, narasi yang beredar menunjukkan bahwa ulat bulu itu seolah-olah ada ditemukan di Indonesia.

Tidak hanya ramai dibagikan di media sosial WhatsApp, video serupa juga ramai dibagikan di platform X atau Twitter.

Lantas, seperti apa fakta sebenarnya?

Simak penjelasan dokter berikut dikutip dari Kompas.com.

Dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Slamet Raharjo mengatakan, ulat yang ada dalam unggahan tersebut adalah jenis ulat asp dari Amerika.

Ulat asp adalah ulat bulu yang dapat menyebabkan alergi bila terkena kulit manusia.

Ulat jenis ini biasanya ditemukan di berbagai habitat tergantung pada spesies tertentu.

Beberapa ditemukan di hutan, sementara yang lain ditemukan di area terbuka seperti ladang dan kebun.

“Bulunya membawa allergen kuat bersifat racun. Mirip ulat matahari yang kalau kena kulit bulunya menancap langsung dan menimbulkan gatal dan panas,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (22/2/2024).

Meskipun demikian, efek samping dari ulat bulu tersebut tidak fatal, kecuali untuk individu tertentu yang mempunyai riwayat shock allergic atau syok anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang sangat parah.

Lebih lanjut, kata Slamet, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena ulat ini tidak ada di Indonesia.

Soal pernyataan yang mengatakan ulat asp menyebabkan kematian, Slamet mengatakan bahwa itu hoaks.

“Hoaks kalau ada yang bilang ulat ini bisa menyebabkan kematian. Saya heran orang-orang pada demen menebar hoaks dan tidak mau mengeceknya lagi, main forward saja,” ungkapnya.

Slamet mengatakan, efeknya mungkin hanya akan menimbulkan gatal hebat seperti kalau terkena ulat bulu yang gatal pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*